BKPSDM Kabupaten Luwu Gelar Webinar Luwu Belajar Seri 01 Bahas Manajemen Konflik di Lingkungan Kerja
Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu menyelenggarakan Webinar Luwu Belajar Seri 01 dengan mengusung tema "Manajemen Konflik di Lingkungan Kerja" pada Jumat (26/6/2026) mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam membangun kemampuan mengelola konflik secara profesional, menciptakan komunikasi yang efektif, serta mewujudkan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
Webinar dibuka dengan opening speech oleh Drs. Muhammad Rudi, M.Si, selaku Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, yang menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi ASN melalui pembelajaran berkelanjutan. Menurutnya, kemampuan mengelola konflik merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki setiap aparatur dalam menghadapi dinamika organisasi dan memberikan pelayanan publik yang optimal.
Materi utama disampaikan oleh Muhammad Jufri, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai konsep dan strategi manajemen konflik, mulai dari mengenali sumber konflik, teknik komunikasi yang efektif, hingga penyelesaian konflik melalui pendekatan kolaboratif guna menciptakan suasana kerja yang kondusif.
Jalannya diskusi dipandu oleh Andi Asnawi, S.Sos., M.M., selaku Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kabupaten Luwu, yang mengarahkan sesi tanya jawab secara interaktif sehingga peserta dapat berbagi pengalaman dan memperoleh solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi di lingkungan kerja.
Melalui penyelenggaraan Webinar Luwu Belajar Seri 01, BKPSDM Kabupaten Luwu berharap budaya belajar di kalangan ASN terus tumbuh dan menjadi bagian dari pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Dengan kemampuan manajemen konflik yang baik, ASN diharapkan mampu meningkatkan sinergi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.